Berita
JAKARTA, SELASA – Lupakan dulu semua hiruk-pikuk tentang komputer murah seharga US$ 100. Menurut sekelompok mahasiswa di India, mereka bisa membuat komputer dengan harga hanya US$ 12. Harga ini tentu sangat bersahabat untuk negara-negara yang sedang berkembang.
Komputer yang dibicarakan pun bukanlah komputer US$ 10 yang diumumkan di India minggu lalu, yang kemudian ternyata berharga US$ 100. Namun idenya memang bermula dari India.
Ceritanya, Derek Lomas, mahasiswa S2 yang tinggal di India, melihat TV Computers dijual di India dengan harga 500 rupee (atau kurang dari US$ 12). Ia penasaran melihat harga yang amat murah itu, apalagi TV Computers tersedia di mana-mana. Namun ia mempertanyakan manfaat barang tersebut. Pada akhirnya Lomas membeli satu unit dan terkejut.
Dalam blog-nya, ia mengungkapkan “Saya tidak pernah mengira produk itu benar-benar bisa bekerja, karena harganya begitu murah – 500 rupee atau US$ 12,5 – dan datang lengkap dengan keyboard, mouse, light gun, dua game controller, dan dua game cartridge.”
Nyatanya, kemampuan TV Computers itu membuat Lomas kagum. Di dalamnya ada pengolah kata, music composer, latihan mengetik, dan bahkan BASIC programming shell.
Lanjutnya, “ Saya suka bahwa unit ini ditancapkan ke TV, karena membuat ‘computing’ lebih sosial (bahkan berorientasi keluarga) dibandingkan laptop atau bahkan PC. Dan karena nyaris setengah rumah tangga di India punya televisi, potensi pasarnya besar. Anehnya, banyak dari mahasiswa Srishti Design yang melihat saya bremain dengan unit ini beberapa tahun lalu pernah memilikinya. Ketika itu, harganya nyaris 3000 rupee (US$ 75).
Ternyata, TV Computers tersebut didasarkan pada komputer Apple II.
Lomas kemudian terinspirasi oleh TV Computers dan berpikir bahwa bisa membuat pilihan desain yang baik untuk platform ICT4D (Information and Communication Technologies for Development) bagi negara-negara berkembang. Ia lalu mengumpulkan dan menantang sekelompok mahasiswa internasional untuk menemukan cara mengembangkan sistem tersebut.
Baru-baru ini mereka bertemu di MIT International Development Design Summit untuk mengerjakan pengembangan platform tersebut. Saat ini keenam anggota tim tersebut sedang menulis pengembangan program dan mengkoneksikan perangkat tersebut ke Web via ponsel. Mereka juga ingin menambahkan chip memori – yang tidak dimiliki perangkat – agar penggunanya bisa menulis dan menyimpan programnya sendiri.
Para anggota tim ini juga mengajak para penggemar Apple II untuk membantu pemrograman. Tujuannya adalah mendapatkan para programmer yang bersedia mengembangkan aplikasi untuk komputer dan membangunnya di lab komputer di sekolah-sekolah di negara-negara Dunia Ketiga. Gaya Lomax dkk memang unik dan menyegarkan: mendasarkan produk pada teknologi yang sudah berusia 20 tahun lebih untuk membuat komputer bagi dunia ketiga.

